




Selamat Datang
GALERI
BUDAYA
GALERI
BUDAYA


Keragaman Sosial Budaya di Masyarakat | Kelas VII
by Rizka Widyantari Emawardhana



WEBSITE MATERI Maket PETA “GALERI BUDAYA”
Maket Peta “Galeri Budaya” merupakan sumber belajar yang mengilustrasikan proses terbentuknya beragam kebudayaan dipengaruhi oleh faktor geografis seperti halnya
iklim dan kenampakan wilayahnya. Maket Peta ini dilengkapi dengan website
ini untuk memfasilitasi peserta didik untuk belajar secara mandiri terkait
materi Keragaman Sosial Budaya di Masyarakat.




DEPARTEMEN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL | FAKULTAS ILMU SOSIAL, HUKUM, DAN ILMU POLITIK | UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
TAHUN PEMBUATAN 2024

Keragaman SOSIAL
BUDAYA DI MASYARAKAT


Capaian Pembelajaran

Alokasi Waktu


Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, lapangan, wawancara, observasi, kuesioner, dan teknik pengumpulan informasi lainnya.


01




02
6 Jam Pelajaran (JP)
Poin Pembahasan
Pengaruh Faktor Geografis yang Memengaruhi Keragaman Budaya
a.
Pengaruh Isolasi Geografis terhadap Keragaman Budaya
B.
Pengaruh Iklim terhadap Keragaman Budaya
C.
Pengaruh Letak Geografis terhadap Keragaman Budaya
Jenis Keragaman Budaya

01
Pengaruh Faktor Geografis yang Memengaruhi Keragaman Budaya
Pengaruh Isolasi Geografis terhadap Keragaman Budaya

a.
Eiitss! sebelum Lanjut...
Apa sih sosial dan budaya itu?
Menurut KBBI, kata sosial adalah berkaitan dengan masyarakat dan kepentingan umum.
Dapat dikatakan bahwa sosial itu adalah kegiatan berkomunikasi dan berinteraksi antar masyarakat.
Menurut KBBI, kata budaya adalah pikiran atau akal budi, hasil dari adat istiadat, bahasa, dan kesenian yang sudah berkembang.
Kebudayaan adalah hasil dari pengetahuan dan kegiatan manusia.
Secara universal, kebudayaan ini terdiri dari tujuh (7) unsur, perhatikan unsur-unsur kebudayaan disamping.

Sistem Mata
Pencaharian Hidup
dan Sistem Ekonomi
Kesenian
Bahasa
Sistem
Organisasi
Kemasyarakatan
Sistem
Pengetahuan
Sistem
Peralatan Hidup
dan Teknologi
Sistem
Religi
Perhatikan contoh dari unsur-unsur kebudayaan berikut ini!
Unsur Bahasa
Bahasa Sunda (DKI Jakarta)
Bahasa Jawa Ngapak (Cilacap)
Peta Pulau Jawa
Bahasa Jawa
(D.I. Yogyakarta)
Bahasa Jawa Suroboyoan (Malang)
Unsur Sistem Pengetahuan

Manusia memiliki ide dan
pengetahuan di berbagai bidang
Unsur Sistem Organisasi Kemasyarakatan

Hukum & Aturan

Pernikahan
Unsur Sistem Peralatan Hidup & Teknologi

Rumah
Pakaian

Kendaraan

Makanan


Apa saja unsur kebudayaan yang kamu miliki atau ada di sekitarmu?
Coba kamu tuliskan pada buku catatanmu!
Contohnya: sepeda motor, rumah, dll.
Unsur Mata Pencaharian atau Sistem Ekonomi


Dokter
Petani
Nelayan
Guru
Unsur Sistem Religi

Sesaji/Sesajen
Beribadah
Unsur Kesenian


Kebudayaan bisa dikatakan sebagai hasil dari ide dan kegiatan masyarakat dengan tujuan memenuhi kebutuhannya.
Contoh:
Kita butuh pakaian, dibuatlah desain pakaian yang kita perlukan.

Wayang


Alat Musik
Tarian
Indonesia memiliki bentuk negara kepulauan yang menjadikan wilayahnya terdiri dari banyak pulau yang terpisah-pisah. Leluhur bangsa Indonesia yang berasal dari Yunan, secara berkelompok berdatangan ke Nusantara dan menyebar dan menetap di pulau-pulau besar seluruh Nusantara.

Perhatikan GAMBAR di ATAS!
Gambar di atas menunjukkan bahwa bentuk negara Indonesia terdiri dari banyak pulau yang terpisahkan oleh laut ini menjadikan batas alami antar pulaunya yang di masa lampau belum berkembang transportasi air menjadikan tiap pulaunya tidak mudah untuk berpindah dan kemudian masyarakat di tiap daerahnya itu seiring waktu membentuk suatu kebudayaan menyesuaikan kebutuhan untuk bertahan hidup sesuai pulau/daerah yang ditinggali.


Perhatikan Gambar di ATAS!
Masyarakat Papua dalam memenuhi kebutuhan pangan pokoknya menggunakan sagu sebagai pengganti nasi. Sagu ini telah dijadikan makanan pokok masyarakat Papua sejak 50 ribu tahun yang lalu seiring dengan masuknya pemukim pertama. Hidangan olahan sagu tersebut salah satunya disebut papeda yang biasanya disajikan dengan lauk ikan kuah kuning.

Perhatikan Gambar di ATAS!
Masyarakat Bali terkhusus Desa Trunyan memiliki adat pemakaman mepasah yaitu dengan hanya meletakkan jenazah di tanah dibawah pohon Taru Menyan, jenazah ditutup dengan pagar bambu. Pemakaman mepasah ini berawal dari perintah raja terdahulu di Trunyan untuk menyembunyikan bau harum pohon taru menyan dari musuh dan bau jenazah dinetralisir oleh harum pohon.
*Pohon Taru Menyan hanya ada di Bali


Berdasarkan kedua funfact diatas, carilah berbagai informasi yang dapat kamu temukan di internet mengenai hal-hal yang dapat mempengaruhi terbentuknya budaya seperti pada masyarakat Papua dan masyarakat Bali diatas. Kumpulkan informasi melalui internet, kemudian kamu analisis dan uraikan pada buku catatan!


SIMAKLAH
Video berikut ini!

Berdasarkan video youtube diatas, jelaskan bagaimana proses isolasi geografi yang mempengaruhi perbedaan kuliner di Indonesia!

01
Pengaruh Faktor Geografis yang Memengaruhi Keragaman Budaya
Perbedaan iklim dibeberapa wilayah dapat berpengaruh pada kebutuhan masyarakatnya, contohnya sebagai berikut:

Perhatikan gambar disamping!
Masyarakat Dieng, Kabupaten Wonosobo mengenakan pakaian berlengan panjang dan tebal. Hal ini dikarenakan kondisi suhu daerahnya yang rendah, maka untuk beradaptasi di daerah yang dingin diperlukan pakaian yang hangat.

B.
Pengaruh Iklim terhadap Keragaman Budaya
Apa itu iklim?
Iklim merupakan kondisi rerata atmosfer (cuaca) yang relatif lama pada wilayah yang luas.
Indonesia memiliki iklim apa ya?
Iklim di Indonesia secara keseluruhan termasuk iklim tropis, tetapi juga Indonesia memiliki iklim mikro (iklim yang spesifik pada satu wilayah) yang beragam.
Hal ini dikarenakan Indonesia memiliki perbedaan ketinggian tempat seperti halnya dataran tinggi dan dataran rendah yang memiliki perbedaan suhu. Semakin tinggi daerahnya suhunya semakin dingin (rendah).
Contohnya saja pada maket peta “Galeri Budaya” ini telah diberi tanda untuk daerah dataran tinggi berwarna coklat muda salah satunya daerah Kabupaten Wonosobo yang rata-rata suhu tahunannya 14 C, sedangkan suhu di dataran rendah seperti Kabupaten Klaten rata-rata suhunya 28 - 30 C.
o
o
o



Perancangan pakaian adat, makanan tradisional, hingga rumah adat juga bagian dari hasil proses masyarakat beradaptasi.
Perhatikan gambar dibawah ini!

Seperti halnya Masyarakat Adat Baduy yang menetap di Desa Kanekes ini hanya boleh menghadap ke utara dan selatan dengan tujuan sinar matahari dapat masuk dari jendela rumah.
Carilah contoh nyata perbedaan budaya masyarakat yang tinggal di wilayah dataran rendah dengan dataran tinggi, dikarenakan perbedaan suhu diantara kedua daerah tersebut!
Kumpulan informasi yang kamu peroleh buatlah deskripsi proses dari perbedaan suhu hingga terciptanya budaya khas masyarakat di daerah tersebut.
*Pilihlah salah satu daerah yang dicantumkan pada maket peta, contoh: Kebumen (Dataran Rendah) dan Karanganyar (Dataran Tinggi).
Berkaitan dengan perbedaan bentuk bangunan rumah yang dipengaruhi oleh perbedaan iklim ini sudah dicontohkan pada halaman sebelumnya yaitu Rumah Adat Baduy yang menghadap utara dan selatan. Begitupun dengan pemilihan bahan bangunannya, sebagai contoh untuk masyarakat di daerah lereng Gunung Telemoyo di Kabupaten Magelang dikarenakan berada di daerah tinggi dengan suhu yang rendah mayoritas rumah yang dibangun berdinding kayu dengan pertimbangan lebih hangat dan kuat daripada batu atau batu bata. Kemudian, untuk lantainya masih menggunakan tanah atau plaster.

Rumah di Lereng Gunung Telemoyo
Selain mempengaruhi jenis makanan, pakaian, dan bentuk bangunan rumah, kondisi iklim dikarenakan perbedaan bentuk muka bumi di Indonesia ini juga dapat mempengaruhi sistem mata pencaharian masyarakatnya. Seperti halnya yang diilustrasikan pada maket peta contohnya untuk Dataran Tinggi dikarenakan kondisi iklim ini mendukung baik dari udara dan kondisi tanahnya untuk perkebunan sayur dan buah oleh karena itu mayoritas masyarakatnya membudidayakan sayuran dan buah-buahan untuk diperdagangkan. Kemudian, untuk daerah dataran rendah kondisi tanah dan udaranya mendukung untuk budidaya pertanian.


Petani Strawberry Tawangmangu
Petani Padi Klaten
DATARAN TINGGI COCOK DITANAMI TANAMAN SAYUR DAN BUAH-BUAHAN, KENAPA YA?
Jenis hasil pertanian di dataran tinggi seperti sayur mayur, buah-buahan, dan hasil pertanian lainnya yang tidak dapat tumbuh di dataran rendah. Contohnya seperti kentang, wortel, kubis, brokoli, dan strawberry dapat tumbuh dengan baik saat berada di suhu dan iklim yang tidak terlalu panas serta kondosi tanah yang subur.
DATARAN RENDAH COCOK DITANAMI TANAMAN PADI, KENAPA YA?
Dataran rendah memiliki lahan yang luas dan memiliki kondisi suhu yang tidak terlalu dingin sehingga berbagai jenis tanaman dapat memperoleh sinar matahari yang cukup.
Contoh hasil pertanian yang dilakukan di dataran rendah adalah beras, kelapa, jagung, sawi, kangkung, pisang, mangga, umbi-umbian dan kacang-kacangan.


SIMAKLAH
Video berikut ini!

Berdasarkan video youtube diatas, jelaskan bagaimana kondisi iklim dapat mempengaruhi perbedaan mata pencaharian masyarakatnya?

01
Letak Geografis itu apa sih?
Letak Geografis adalah posisi keberadaan sebuah wilayah berdasarkan letak dan bentuknya dimuka bumi. Letak geografis ini biasanya berbatasan dengan berbagai fitur geografi yang bersebelahan dengan daerah tersebut. Contoh dari fitur bumi yang dimaksud yaitu benua, laut, gunung, samudera, gurun, dan lain-lain.
Letak Geografis Indonesia
Ilustrasi disamping menunjukkan letak Indonesia secara geografis yaitu berada diantara 2 benua dan 2 samudera. Letak Indonesia tersebut menjadikan Indonesia banyak dilalui bangsa asing. Bangsa asing yang singgah di wilayah Indonesia ini berpeluang bertemu dengan masyarakat lokal, serta turut serta menularkan kebudayaan yang mereka miliki secara tidak langsung seperti halnya kepercayaan, bentuk bangunan, dan lain-lain.
Pengaruh Faktor Geografis yang Memengaruhi Keragaman Budaya

C.
Pengaruh Letak Geografis terhadap Keragaman Budaya

Benua
Asia
Samudera
Pasifik

Sejak abad ke-14, bangsa asing berdatangan ke Indonesia selain lokasinya strategis ini juga didukung adanya rempah-rempah di Indonesia. Sehingga, para pedagang yang merupakan orang Arab, Persia, Gujarat, Melayu, Jawa, dan Cina.
Perdagangan yang berlangsung yaitu saling memperdagangkan komoditi masing-masing, contohnya tekstil dari India diperdagangkan ke Asia Tenggara, dan rempah-rampah Indonesia diperdagangkan ke Mesir dan Eropa.
Samudera
Benua
Hindia
Australia

Perhatikan ilustrasi diatas!
Letak Geografis menjadikan Indonesia memiliki 6 ajaran agama, gimana sih prosesnya?
Berlatar belakang sejarah Indonesia yang dimasukki beragam kebudayaan Hindu-Budha, Islam, Tionghoa, dan Eropa ini salah satunya persebaran agama yang dengan proses sebagai berikut:
Masuknya agama dan ajarannya ini bergabung atau bercampur dengan budaya yang ada di masyarakat Indonesia. Proses akulturasi atau percampuran budaya ini tidak hanya mempengaruhi kondisi sosial masyarakatnya tetapi juga menghasilkan peninggalan salah satunya rumah ibadah yang menunjukkan ajaran keagamaan dan kebudayaan khas Indonesia.
Ada banyak rumah ibadah di Indonesia yang mempertahankan unsur-unsur budaya di Indonesia seperti halnya yang diilustrasikan pada maket peta.
Perhatikan gambar di bawah ini!

Gereja Blenduk

Gereja Karangjoso
Kedua gereja di atas menunjukkan bangunan rumah ibadah gereja di Indonesia yang dipengaruhi oleh budaya yang berbeda. Untuk Gereja Blenduk ini mengadaptasi gaya bangunan Belanda, sedangkan Gereja Karangjoso ini mengadaptasi bangunan peninggalan ajaran Islam.


Pada maket peta terdapat beberapa rumah ibadah yang ada di Provinsi Jawa Tengah, carilah informasi mengenai unsur-unsur budaya yang terdapat pada masing-masing rumah ibadah tersebut. Kemudian, analisislah berdasarkan pendapatmu sendiri mengenai proses akulturasi budaya pada rumah ibadah tersebut!


SIMAKLAH
Video berikut ini!

Berdasarkan video diatas, carilah contoh akulturasi budaya di daerahmu yang berkaitan dengan ajaran agama dan jelaskan sesuai pemahamanmu!

02
Jenis Keragaman Budaya
Keragaman budaya ini dimaksudkan pada banyaknya budaya yang ada di Indonesia. Keragaman budaya ini dapat terjadi dipengaruhi oleh kondisi lingkungan fisik. Seperti halnya yang sudah dibahas sebelumnya, terdapat perbedaan antara masyarakat yang bermukim di dataran tinggi dan dataran rendah. Selain itu, jumlah penduduk dan luas wilayah juga dapat mempengaruhi keberagaman.
“Semakin sedikit masyarakat yang bermukim, semakin seragam budayanya”
Contohnya saja di Pulau Jawa, Pulau Jawa terbagi menjadi beberapa provinsi yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Bahkan dalam tiap provinsi itu terbagi menjadi Kabupaten, bisa dilihat pada maket peta Provinsi Jawa Tengah. Masyarakat Jawa Tengah menggunakan bahasa Jawa untuk sehari-hari, tetapi dikarenakan luasnya wilayah dan banyaknya penduduk ini menjadikan adanya perbedaan bahasa Jawa yang digunakan seperti halnya masyarakat Kabupaten Klaten menggunakan bahasa Jawa dengan intonasi yang lebih lembut sedangkan untuk masyarakat Kabupaten Kebumen ini menggunakan bahasa Jawa Ngapak yang intonasinya lebih keras, hal ini didukung letaknya yang berdekatan dengan pantai menjadikan masyarakatnya perlu berbicara dengan nada yang lebih tinggi.
Selain dipengaruhi kondisi lingkungan fisiknya, keragaman budaya ini juga dapat dipengaruhi oleh proses kolonialisme, perang, dan globalisasi yang menyebabkan populasi asing menetap di daerah yang baru dan berinteraksi dengan masyarakat lokal. Seiring waktu populasi asing ini secara tidak langsung menyebarkan beberapa unsur kebudayaan yang dibawanya ke masyarakat lokal yang kemudian kebudayaan yang dirasa sesuai akan diterapkan oleh masyarakat hingga menjadi kebudayaan baru.





SIMAKLAH
Video berikut ini!

Berdasarkan video youtube diatas, jelaskan bagaimana proses terciptanya perbedaan bahasa daerah serta berikan contohnya!
SUMBER GAMBAR
Gambar Makam Trunyan. URL: https://cdn.idntimes.com/content-images/community/2018/11/makam-trunyan-baliterkini-com-a3426f522819b6ae42f22c1796245171_600x400.jpg.
Diakses pada 17 Maret 2024.
Gambar Masyarakat Dieng. https://asset.kompas.com/data/photo/2014/05/28/1753455EI-DIENG-Tradisi-mongen-di-Dieng-dapur-menjadi-ruang-tamu-sembari-hangatkan-badan-foto-
Anjas-Prawioko-s780x390.jpg. Diakses pada 21 Maret 2024.
Gambar Papeda. URL: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/01/Papeda%2C_Kuah_Kuning%2C_Ikan_Tude_Bakar_2.jpg. Diakses pada 17 Maret 2024.
Gambar Petani Padi Klaten. https://imgcdn.solopos.com/@space/2021/03/petani-klaten.jpg. Diakses pada 28 Maret 2024.
Gambar Petani Strawberry Tawangmangu. https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2021/08/07/panen-strawberry.jpeg?w=600&q=90. Diakses pada 28 Maret 2024.
Gambar Rumah Adat Baduy. https://lh3.googleusercontent.com/_p-EJrRZF8nVSn27C4XXxAJQxo2gkxFFefHT0goAp2Y2jp1GYsy_Eo-c_f8i0b8JmrokCrX9BokPyRnNTjTZNAkScDhRdrkhVx
OFtR3X0VlQqbPiawzbhx1C14YgoVaooQAUl6Sz. Diakses pada 21 Maret 2024.
Gambar Rumah di Lereng Gunung Telemoyo. https://i.ytimg.com/vi/3PcY8UO0BG0/maxresdefault.jpg. Diakses pada 28 Maret 2024.
SUMBER VIDEO
Intisari Online. Inilah Pengaruh Iklim Terhadap Keragaman Sosial Budaya di Indonesia. URL: https://youtu.be/2Zr9DMU7DME?si=JI9-CSrp1uObbARv. Diakses pada 4 April 2024.
Kok Bisa?. Bagaimana Bahasa Bisa Terbentuk?. URL: https://youtu.be/KDo9KAxDzkk?si=6t2iiqTm2mmyiSTc. Diakses pada 3 April 2024.
Kok Bisa?. Kenapa Masakan Indonesia Beragam Banget?. URL: https://youtu.be/zNq-rD5FFjM?si=hQO665Ug0bL3tH2n. Diakses pada 4 April 2024.
LINIKINI by FUTR. Budaya Islam di Indonesia. URL: https://youtu.be/KDo9KAxDzkk?si=6t2iiqTm2mmyiSTc. Diakses pada 4 April 2024.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Litbang dan Diklat. (2019). Modul Kemajemukan Agama di Indonesia. Jakarta: Kementerian Agama. BPS Jawa Timur. Konsep Geografi. URL: https://jatim.bps.go.id/subject/153/
geografi.html#:~:text=Letak%20geografis%20adalah%20posisi%20keberadaan,langsung%20bersebelahan%20dengan%20daerah%20tersebut.. Diakses pada 31 Maret 2024.
Hermawan. (2014). Karakteristik Rumah Tinggal Tradisional di Daerah Pegunungan Jawa Tengah. JURNAL PPKM UNSIQ III,-. 212-219.
Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat. (2016). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Nursa’ban, M., Supardi, Satria, M. R., & Okatifiana, S. (2021). Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Paino, C. (2023). Jadi Bagian Budaya, Orang Papua Konsumsi Sagu Sejak 50 Ribu Tahun Lalu. Situs Berita Lingkungan. URL: https://www.mongabay.co.id/2023/07/11/jadi-bagian-budaya-
orang-papua-konsumsi-sagu-sejak-50-ribu-tahun-lalu/. Diakses pada 17 Maret 2024.
Putri, A.C., Sandrina, D., Al Hakim, M. A., Ahyadi, M. Y., Rivaldo, R., & Tanuhardjanto, R. (2021). Analisis Tradisi Pemakaman Trunyan Berdasarkan Perspektif Sosial Budaya dan Hukum
Terkait Hak Asasi Manusia pada Masa Covid-19. Jurnal Ilmu Budaya, 9(1), 62-71.
UPLAND PROJECT. (2023). 3 Potensi Kekayaan Alam di Dataran Tinggi. URL: https://upland.psp.pertanian.go.id/public/artikel/1692170381/3-potensi-kekayaan-alam-di-dataran-tinggi.
Diakses pada 16 April 2024.
Utami, S. N., & Gischa Serafica. (2021). Contoh Sumber Daya Alam di Dataran Rendah. URL: https://www.kompas.com/skola/read/2021/04/23/150508869/contoh-sumber-daya-alam-di-
dataran-rendah. Diakses pada 16 April 2024.
Identitas Pembuat Maket Peta
Perancang
Rizka Widyantari Emawardhana
Mahasiswa Departemen Pendidikan IPS
Universitas Negeri Yogyakarta.
Ahli Materi
Primanisa Inayati Azizah, M.Pd.
Dosen Departemen Pendidikan IPS
Universitas Negeri Yogyakarta.
Pembimbing
Prof. Dr. Drs. Saliman, M.Pd.
Dosen Departemen Pendidikan IPS
Universitas Negeri Yogyakarta.
Ahli Media
Riko Septiantoko, M.Pd.
Dosen Departemen Pendidikan IPS
Universitas Negeri Yogyakarta.
MAKET PETA GALERI BUDAYA
Hak Kekayaan Intelektual (HKI)
Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM)
Universitas Negeri Yogyakarta
2024